PDI Perjuangan Optimis Megawati Soekarnoputri Akan Maju Ke Capres 2014

PDI Perjuangan masih tetap optimis terhadap popularitas Megawati Soekarnoputri. Menurut Ketua DPD PDIP DKI Jakarta, Djarot Syarif Hidayat, pihaknya yakin kalau persentasi dukungan terhadap Megawati akan dapat meningkat, pasalnya hasil survei yang ada selama ini sangat dinamis, jadi sewaktu-waktu pasti akan dapat beruba.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina PDI Perjuangan, Taufiq Kiemas mengaku kecewa dengan tren angka popularitas Megawati yang hanya ada di kisaran 14-19 persen sejak 2004.  Namun kini Taufik merasa puas karena ternyata Megawati masih diminati banyak penduduk, hal itu terbukti denagn naiknya persentase Megawati menjadi 18 persen di tahun ini, dan Taufiq yakin kalau angka tersebut akan terus meningkat. Taufiq menilai angka itu tak cukup untuk membawa Megawati ke kancah pilpres di 2014.

Namun jika dibandingkan dengan popularitas Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto  yang terbilang pesat telah mencapai angka 18 persen meski baru tiga tahun terjun ke partai politik. Begitupu dengan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie yang telah mencapai angka 16 persen, padahal baru sekitar dua tahun menjabat sebagai Ketua Partai Golkar. Melihat ini Taufiq masih tetap bersyukur karena angka persentasi Megawati masih diatas mereka dan diharapkan dapat meningkat. Dan PDI Perjuangan dapat memenangkan pemilu 2014.

Dan Syarif Hidayat menghimbau agar penepatan capres jangan terjebak pada faktor usia. Melainkan pada bagaimana kinerja orang tersebut. Apalagi saat ini partai politik belum memutuskan siapa calon Capres masing-masing partai yang akan maju sebagai capres 2014. Dan Syarif menambahkan, partai politik jangan terpaku pada hasil persentase yang ada, karena hasil itu bisa saja beruba, entah naik maupun turun.

Koalisi tak Biarkan Demokrat Ambil Untung Kenaikan BBM

Pengalaman Pemerintahan SBY dan Partai Demokrat menaikkan bahan bakar minyak membuat suaranya anjlok tapi naik kembali dengan program bantuan langsung tunai, tak akan dibiarkan partai lain dan koalisi. Mereka tak membiarkan Demokrat untung sendiri.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia Adjie Alfaraby menilai, Demokrat pada 2005 lalu menaikkan BBM dan suaranya anjlok. Tapi popularitasnya menggurita pada 2008 dan 2009, dua kali menurunkan harga BBM, ditambah dua kali kucurkan BLT. “Partai politik lain pasti tak akan membiarkan ini terjadi. Mereka akan bereaksi aktif soal BBM dan BLT. Mereka tak mau rugi dan tak rela hanya partai lain yang memeroleh keuntungan politik dari kebijakan ini,” ujar Adjie di Kantor LSI, Jakarta.

Menurut Adjie, menaikkan BBM dan mengucurkan BLT tak semata kebijakan publik pemerintah SBY. Di balik itu tersembunyi perhitungan politik masa depan Demokrat mendekati 2014. Ia meyakini kenaikan BBM diimbangi turunnya BLT menjadi isu paling hot jelang 2014. Menengok pada 2005, suara SBY dan Demokrat anjlok setelah menaikkan BBM. LSI mencatat Agustus 2005-Januari 2006, dukungan pada Demokrat dan SBY kurang lebih 5-10 persen. Tapi pada 2008-2009, petaka itu menjadi berkah. SBY menurunkan dua kali BBM dan dua kali mengucurkan BLT.

Makanya, pesaing Demokrat akan keras agar kenaikan BBM tidak terlalu tinggi. Pasalnya pemerintah SBY akan mendapat kesempatan menurunkan kembali harga BBM menjelang 2014 dan itu akan menguntungkan Demokrat karena dinilai paling berjasa. Survey LSI dari 5-8 Maret menunjukkan sebanyak 54.27 persen responden menyalahkan Demokrat karena kenaikan BBM. Tapi secara bersamaan, lebih banyak yang setuju dengan BLT yakni 54.36 persen. “Jika dijalankan, 54.36 persen publik menyatakan Demokrat berjasa,” terangnya.

Foke-Nara Berpotensi Menang Satu Putaran

Pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli (Foke-Nara) masih menjadi pasangan terkuat tiga bulan menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012. Dari enam pasang bakal calon yang diperkirakan maju nanti, nama Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli masih unggul dengan 49,1 persen dalam survei yang dilakukan Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI).

Peneliti Senior dari Citra Komunikasi LSI, Totok Izul Fattah, mengatakan bahwa dengan hasil yang muncul saat ini pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli berpotensi memenangkan Pilkada satu putaran saja. “Dari hasil survei ini masih ada 17,4 persen yang belum memutuskan. Jika dari angka tersebut berpindah ke pasangan Fauzi-Nara maka satu putaran sudah di tangan,” kata Totok, saat jumpa pers di Kantor LSI, Jalan Pemuda, Jakarta. Setelah pasangan Fauzi-Nara, calon terpopuler berikutnya adalah pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama dengan perolehan 14,4 persen. Disusul nama Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini dengan 8,3 persen.

Kemudian, pasangan dari jalur independen yakni Faisal Basri-Biem Benyamin memperoleh 5,8 persen dan mengungguli Alex Noerdin-Nono Sampono yang hanya mendapat 3,9 persen. Sisanya sebesar 1,2 persen yang merupakan juru kunci dipegang oleh Hendardji Supandji-Ahmad Riza Patria. “Jadi dapat disimpulkan kalau pasangan Fauzi-Nara masih merupakan cagub dan cawagub yang paling didukung,” ujar Totok.

Survei ini dilakukan dari 26 Maret-1 April dengan metode Multistage Random Sampling. Hasil ini didapat dengan melakukan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terhadap 440 responden yang ada di Jakarta. “Responden ini diambil secara acak dari warga Jakarta yang sudah memiliki hak pilih,” tandasnya.

Barack Obama meninjau Zona Demiliterisasi

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengunjungi wilayah demiliterisasi (netral) antara Korea Utara dan Korea Selatan serta memantau kawasan Korut menggunakan teropong. Kawasan Demiliterisasi tersebut memisahkan semenanjung Korea menjadi Selatan dan Utara, tempat kedua negara menandatangani gencatan senjata pada 1953.

Obama tiba di Korsel untuk menghadiri hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi Keamanan Nuklir selama dua hari yang dibuka di Seoul pada Senin (26/3) untuk membicarakan masalah nuklir Korut.

Hal pertama yang dilakukan oleh Obama dalam kunjungannya ke Korut adalah mengunjungi para tentara AS yang sedang bertugas di pos militer PBB. Serta mengunjungi pos Panmunjom.

Sepulangnya dari wilayah itu, ia menyampaikan beberapa komentar yang di luar kebiasaan karena terdengar blak-blakan. Obama agaknya menyuarakan keheranan yang sungguh-sungguh. ”Seakan-akan ada lipatan dalam waktu,” kata Obama. “Seperti melihat ke sebuah negara yang ketinggalan zaman 40 atau 50 tahun,” ia menambahkan. Obama menyampaikan komentar soal Korea Utara tersebut dalam sebuah konferensi pers bersama Presiden Korea Selatan Lee Myung-Bak. “Jika sebuah negara tak bisa memberi makan rakyatnya dengan baik, tak bisa menghasilkan sesuatu yang berguna buat siapa pun, tak memiliki ekspor selain senjata dan itu pun bukan dari jenis yang terbaik…,” kata Obama. “Jika tak bisa memenuhi indikator kesejahteraan apa pun… bagi rakyatnya… tentunya, Anda mengira, mereka akan melakukan perubahan,” ia melanjutkan. “Ada hal-hal yang tak akan berhasil dan apa yang mereka lakukan tidak akan menghasilkan apa-apa,” ia menandaskan. Keheranan Obama pada kondisi Korea Utara kontras dengan keterpukauannya terhadap Seoul yang menunjukkan banyak kemajuan.

KPU Mesir kesampingkan 10 capres termasuk loyalis Mubarak

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mesir pada Sabtu malam mengesampingkan 10 dari 23 calon presiden termasuk mantan Wakil Presiden Omar Suleiman dan Khairat El Shater, capres dari Ikhwanul Muslimin.

Pengesampingan para calon presiden (capres) itu karena dokumen yang mereka ajukan dalam pencalonan tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan, kata KPU.Pencalonan Omar Soleiman yang dikenal sebagai loyalis mantan Presiden Hosni Mubarak itu belakangan ini menjadi sorotan dan ditentang keras oleh pro reformasi.

Ikhwanul Muslimin dan kekuatan Islam lainnya menggelar unjuk rasa sejuta umat untuk menentang pencalonan loyalis Mubarak.Bahkan, parlemen Mesir dalam sidang darurat meloloskan undang-undang (UU) mengenai pelarangan terhadap para mantan pejabat tinggi di masa Mubarak untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden.

Kendati demikian, mantan Perdana Menteri, Ahmed Shafik, yang juga dianggap loyalis Mubarak, lolos dalam verifikasi KPU.Capres populer dari Ikhwanul Muslimin, Khairat El Shater, juga terhempas dari verifikasi karena dianggap tidak memenuhi syarat.Terhempasnya Shater dalam verifikasi itu sudah diprediksi sebelumnya. Oleh karena itu, Ikhwanul Muslimin mengajukan calon cadangan, yaitu Dr. Mohamed Moursi, Ketua Partai Hurriyah Wal Adalah — sayap politik Ikhwanul Muslimin.

Pengajuan capres cadangan itu karena Shater dipermasalahkan mengenai kasus hukumnya sebagai tahanan politik di masa Mubarak.Meskipun kasus hukum Shater telah memperoleh pengampunan dari Ketua Majelis Tertinggi Militer (SCAF) Mesir yang berkuasa, Mohamed Hussein Tantawi, namun dianggap belum cukup.

Para pakar hukum berargumen bahwa pemaafan tersebut tidak mengubah kasus sebagai tahanan, dan kasusnya dianggap selesai bila ditetapkan pengadilan.Shater melarikan diri dari penjara di saat revolusi yang menumbangkan rezim Mubarak pada awal tahun lalu. Shater belum merampungkan tujuh tahun penjara atas dakwaan pembentukan milisi anti-pemerintah Mubarak.

Selain, Shater dan Omar Soleiman, beberapa capres populer lainnya juga terhempas, antara lain, tokoh muda Ayman Nur, Hazem Saleh Abu Ismail, dan Murtada Mansour.Sementara itu, 13 capres yang lolos verifikasi termasuk mantan Sekjen Liga Arab Amar Moussa dan Abdel Moiem Abul Fatuh akan bertarung dalam pemilihan presiden yang tahap awalnya dijadwalkan berlangsung pada 23 dan 24 Mei.

Hasil Survei LSI Kagetkan Nasdem

Ketua Umum Partai Nasdem Patrice Rio Capella mengatakan, hasil survei LSI dianggap cukup mengagetkan sekaligus menjadi bukti akan kerja keras partai Nasdem selama ini. “Survei ini mengagetkan, dan kami menganggapnya ini adalah hasil kerja keras seluruh kader Nasdem,” kata Patrice.

Seperti diketahui, Partai NasDem menempati urutan keempat dalam Lembaga Survei Indonesia (LSI) jika pemilihan umum dilaksanakan saat ini. Total 5,9 persen suara akan diraup oleh Nasdem, mengungguli partai-partai lain yang memiliki kursi di DPR seperti PKB, PPP, PKS, Gerindra, PAN, dan Hanura.

Meski begitu, ntuk meraih pencapaian yang lebih baik di tahun 2014 mendatang, Nasdem akan terus meningkatkan kerja kerasnya u. “Kami menargetkan meraih 15 persen suara di pemilu 2014, dan kami lihat hasil survei sekarang sudah mulai naik. Saya mengajak kader NasDem di manapun untuk terus bekerja dan memberikan yang terbaik,” ujar Patrice.

Dikatakan Patrice, suara-suara kaum muda memang menjadi bidikan partai NasDem karena memang merupakan jumlah pemilih terbesar di 2014 mendatang. “42 persen pemilih di 2014 adalah anak-anak muda berusia 25 hingga 40 tahun, dan partai NasDem berharap dapat meraih simpati anak muda ini,” katanya.

Dikatakan Patrice hingga saat ini jumlah kader NasDem telah mencapai enam juta kader. “Di akhir tahun 2012 kami menargetkan angka 10 juta kader dan di 2013 kami memiliki 20 juta kader, itu target kami,” katanya.

Global March to Jerusalem Bakal Terus Gedor Israel

Salah seorang pentolan aktivis Global March to Jerusalem (GMJ) dari Indonesia, dr Joserizal Jurnalis, menyatakan bakal terus menggedor Israel dengan berbagai aksi hingga mereka mau membebaskan Yerusalem bagi rakyat Palestina. “Kami juga akan terus membangun kesadaran masyarakat dunia khususnya Indonesia untuk turut dalam gerakan kemanusiaan ke Palestina,” ujarnya di Jakarta.

Sebelumnya, 81 aktivis Indonesia yang berasal dari berbagai lembaga dan media tergabung dalam sebuah kampanye kemanusiaan Global March to Jerusalem. Mereka berdemonstrasi bersama puluhan ribu aktivis lain dari berbagai negara di lembah Al-Aghwar, Yordania, yang berjarak 2 kilometer saja dari perbatasan Israel, pada 30 Maret lalu.

Acara puncak diawali salat Jumat yang dipimpin imam dan khatib Syekh Hammam As-Sa’d, pemimpin Ikhwanul Muslimin (IM) Yordania. Kemudian disusul dengan orasi-orasi aktivis dari berbagai negara, Dr Marwah Daud Ibrahim mewakili Indonesia.

Joserizal mengatakan kampanye semacam ini bakal terus digelorakan untuk menuntut kebebasan Palestina dari penjajahan Israel. Menurut dia, GMJ bukan merupakan aksi dari salah satu kelompok agama saja. “Ini merupakan kampanye rakyat sipil, bahkan pada puncak acara hadir pula perwakilan dari umat Yahudi yang juga menentang penjajahan Israel,” ucapnya.

Rombongan GMJ dari Indonesia terbagi dua kelompok. Satu kelompok memilih melewati jalan darat, melewati beberapa negara seperti India, Pakistan, Iran, Turki, Libanon, kemudian masuk ke Yordania. Adapun kelompok lain terbang langsung dari Jakarta. Joserizal menuturkan, GMJ hanya satu dari belasan aksi rakyat sipil dunia menentang pendudukan Israel. “Jadi ini bukan yang terakhir, ini baru awal,” katanya.

Selain Ical, Golkar Miliki Banyak Kandidat Capres

Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI), Iberamsjah menilai selain Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie masih banyak tokoh yang lebih mumpuni untuk dicalonkan sebagai kandidat presiden pada Pemilu 2014 mendatang.

Beberapa tokoh yang dinilai lebih mumpuni itu antara lain, mantan Ketua Umum Jusuf Kalla dan Akbar Tandjung, mantan Ketua DPR Agung Laksono yang kini menjabat sebagai Menko Kesra, serta mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kader muda berkualitas lainnya yang bisa bersaing nantinya.“Asal dibuka kesempatan, saya kira akan banyak kandidat yang mau bersaing secara internal,” kata Iberamsjah saat dihubungi.

Seharusnya kata dia, Golkar melakukan rekrutmen calon presiden karena hal itu akan berdampak positif bagi partainya. Iberamsjah juga menilai, desakan sejumlah pengurus daerah agar Rapimnas Golkar dipercepat guna mempercepat deklarasi capres, bukan representasi kader Golkar keseluruhan.

Sementara kata dia, alasan yang dikemukakan sejumlah elite Golkar bahwa sudah saatnya percepatan pencapresan ini karena momentum dan hasil survei, perlu dipertimbangkan ulang. Apalagi, berbagai hasil survei itu tidak berbanding lurus dengan capaian Golkar selama ini, seperti popularitas Ical itu sendiri.“Benarkah Golkar yang tertinggi? atau benarkah popularitas Ical memang sudah tinggi. Ini kritik saya buat Golkar agar tidak terjebak dan keliru melangkah,” tandasnya.

Diskusi dengan Presiden Bukan Obrolan Warung Kopi

Juru bicara kepresidenan Julian Aldrin Pasha menyayangkan pandangan sinis dari komentator di televisi terkait acara silaturahmi wartawan dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Selasa (13/2) malam. Acara itu dipastikan tanpa settingan.”Terus terang saya kecewa dengan apa yang ditampilkan dari sejumlah komentator di tv karena menyebut acara semalam disetting,” kata Julian di kantor presiden, Jl Veteran, Jakarta.

Julian menegaskan, ‘settingan’ yang dibuat pihak istana bukan dari segi konten pertanyaan. Namun, ada pengaturan urutan penanya untuk kelancaran dan ketertiban acara.”Benar saya memang meminta kepada rekan-rekan agar kita menjadi lebih tertib, mengingat waktu yang terbatas dan banyaknya pertanyaan atau isu yang ingin disampaikan tentu kita membutuhkan manajemen waktu yang lebih baik,” jelasnya.”Tapi kalau yang disebut menyangkut substansi atau isi dari pertanyaan itu seolah-ola disetting, dititipkan atau dimintakan itu tidak benar,” tegasnya.

Lebih lanjut Julian juga memastikan, acara itu dibuat sebagai momen agar para wartawan dapat berinteraksi langsung dengan presiden. Isu-isu yang menjadi perhatian publik dapat langsung ditanyakan tanpa sensor.”Kita kan bukan mengadakan dialog di warung kopi atau sejenis atau seperti itu. Ini kan ditanyakan kepada Presiden RI tentu perlu etika dan ketertiban serta keteraturan, saya kira demikian,” tegasnya.

Sekadar diketahui, dalam acara selama 1,5 jam tersebut ada sekitar 16 wartawan yang diberi kesempatan bertanya. Pertanyaan pun bervariasi, mulai dari kasus Nazaruddin, dugaan keterlibatan kerabat Ibu Ani Yudhoyono dalam kasus bank Century, hingga masalah Front Pembela Islam (FPI). Pertanyaan memang dikumpulkan beberapa hari sebelum acara, namun itu dilakukan untuk pengelompokkan tema.

Pemerintah Suriah tetap gelar referendum di tengah konflik

Gelombang kekerasan terus terjadi di seluruh negeri dan menewaskan sedikitnya 30 orang namun Pemerintah Suriah tetap menggelar referendum untuk mengubah konstitusi. Namun, hasilnya banyak diragukan karena sejak awal kelompok oposisi anti- Presiden Assad menyatakan memboikot referendum tersebut.Pemerintah mempersiapkan 13.000 tempat pemungutan suara untuk menjaring suara dari 14,6 juta orang.

Tayangan televisi pemerintah memperlihatkan rakyat memberikan suaranya di Damaskus dan beberapa kota lainnya di Suriah. Bahkan, nampak Presiden Bashar al-Assad ikut memberikan suaranya di salah satu TPS. Semuanya nampak seperti normal.

Presiden Assad meyakini bahwa referendum ini akan berlangsung sukses dan akan menjadikan Suriah sebagai perintis demokrasi Timur Tengah. Dan undang-undang baru hasil referendum ini merupakan elemen kunci dalam proses reformasi ini. Sistem politik multi partai akan mengganti kan sistem satu partai yang kini sangat dinikmati Partai Baath. Namun kelompok oposisi menolak rencana ini karena pemerintah Suriah mengabaikan berbagai elemen konstitusi lama yang justru menjamin kebebasan berpolitik dan melarang penyiksaan

Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu mempertanyakan waktu digelarnya referendum Suriah. Dia mengatakan bahwa di satu sisi menggelar referendum, namun di sisi lain menyerang warga sipil dengan menggunakan tank.

Pemerintah Amerika Serikat menjuluki referendum Suriah ini sebagai hal yang sangat menggelikan.