Mantan menteri luar negeri Australia Kevin Rudd mencalonkan diri untuk posisi ketua partai dan menantang Perdana Menteri Julia Gillard dalam perebutan kursi ketua Partai Buruh yang kini berkuasa di Australia. Rudd didepak dari posisi ketua partai oleh Gillard pada 2010, Dia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri luar negeri Australia saat berada di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (22/2/2012).
Perdana Menteri Australia, dan juga pemimpin Partai Buruh Julia Gillard menyatakan,bahwa pemungutan suara untuk memilih ketua Partai Buruh akan dilaksanakan Senin (27/2/2012). Gillard mengatakan, bila anggota parlemen dari partainya memilih Kevin Rudd maka dia akan mencabut ambisinya untuk memimpin Partai Buruh. Di sisi lain dia juga meminta Rudd untuk melakukan hal serupa jika kalah.
Bila Kevin Rudd menang dalam pemungutan suara Senin, maka kabinet Australia bisa runtuh, pasalnya sekalipun mayoritas namun parlemen Partai Buruh hanya unggul satu kursi atas oposisi. Dan keunggulan itu bergantung pada koalisi Buruh dengan dua anggota independen parlemen dan satu orang dari Partai Hijau. Pemilu awal bisa saja digelar jika Partai Buruh ataupun oposisi konservatif bisa mencapai mayoritas di parlemen.
Walaupun Gillard memiliki cukup dukungan untuk tetap berkuasa saat ini, namun tidak populer di mata rakyat. Para pendukung Rudd mengatakan jika kalah pada pemungutan suara Senin yang akan datang, Rudd bisa kembali membangun dukungan dan mencoba untuk mencalonkan diri lagi kemudian.